MENTERI SUSI DAN BAHASA BIROKRASI

 

Bahasa menjadi pangkal soal kerja-kerja besar. Menteri Susi Pudjiastuti membuktikan bahasa yang terang berfaedah pada anggaran.

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memulai kerja dari pangkal soalnya: bahasa. Selama dua tahun sejak 2015, ia bisa menghemat Rp 8,28 triliun hanya dengan–salah satunya–menghapus kebijakan yang ditulis dengan kata yang tak jelas. Ia mencoret program yang disodorkan anak buahnya jika mengandung kata semacam “pembangunan”, “ekstensifikasi”, “pemberdayaan”, “peningkatan”, dan “pengelolaan”. Soalnya, kata-kata bersayap itu, menurut menteri jebolan kelas II sekolah menengah atas ini, “Bikin saya pusing.”

Lanjutkan membaca “MENTERI SUSI DAN BAHASA BIROKRASI”

BAGIKAN
0

KEBAJIKAN PERIBAHASA

 

Buku penting yang menghimpun peribahasa dari semua suku dan bahasa di Nusantara. Penerbitnya mengejutkan: PDI Perjuangan.

MEMBACA 655 halaman buku ini, saya jadi malu hati. Ada banyak peribahasa yang saya tak tahu, bahkan yang terumuskan dalam bahasa-ibu saya, bahasa Sunda. Jika saya yang sejak lahir berbahasa Sunda, bercakap dan berpikir dalam bahasa ini, tapi tidak mengetahui ada banyak kebajikan dalam peribahasanya, bagaimana pula dengan anak-anak saya kelak?

Lanjutkan membaca “KEBAJIKAN PERIBAHASA”

BAGIKAN
0

METONIMIA

 

Metonomia bisa berbentuk macam-macam. Perubahan makna kata akibat pemakaian dan kebiasaaan.

SAYA baru paham bahwa ada beda nuansa antara kata “rapat” dan “meeting” setelah seorang teman yang bekerja di perusahaan multinasional tertawa mendengar saya meminta maaf karena tak bisa memenuhi undangannya akibat jam acara bertepatan dengan “saya rapat”. Menurut dia, baru kali itu ada orang yang mengatakan kata yang terdengar jadul ini.

Lanjutkan membaca “METONIMIA”

BAGIKAN
0

MAYAT HIDUP DAN PENCURI YANG BERHASIL

 

Malapraktik bahasa jurnalistik. Mayat hidup dalam berita dan pencuri selalu bercita-cita ditangkap.

BAGI wartawan, bahasa adalah alat utama menyampaikan cerita dan fakta. Jika mereka tak menguasai peranti ini, cerita dan fakta bisa kabur bahkan meleset, alih-alih menggugah dan mendorong publik terlibat dalam berita yang mereka tulis.

Lanjutkan membaca “MAYAT HIDUP DAN PENCURI YANG BERHASIL”

BAGIKAN
0

BAHKAN NABI ADAM BUKAN PRIBUMI

Bahkan Nabi Adam sekalipun, menurut kitab suci, bukan pribumi karena ia datang dari surga setelah berbuat dosa.

NAMA-nama dibuat manusia untuk memudahkan percakapan, mengukuhkan pertalian, atau menegaskan permusuhan. Kita tidak tahu untuk tujuan yang mana Anies Baswedan menyebut “pribumi” bagi mereka yang melawan kolonialisme dalam pidato seusai dilantik jadi Gubernur Jakarta.

Lanjutkan membaca “BAHKAN NABI ADAM BUKAN PRIBUMI”

BAGIKAN
0