IRONI BLUE OCEAN STRATEGY

 

Teori blue ocean strategy menyarankan agar kita tak usah masuk dalam persaingan bisnis yang ketat. Bikinlah bisnis yang tanpa pesaing.

BUKAN ahli marketing jika tak bisa memasarkan produk sendiri hingga orang lain percaya barang itu yang paling jempolan. Profesor W. Chan Kim dan Renee Maubrogne berhasil meyakinkan orang sedunia tentang strategi samudra biru dalam menemukan pasar baru yang tanpa pesaing. Dunia terenyak ketika dua ahli pemasaran dari INSEAD, Prancis, itu mengenalkan teori ini pada 1997 lalu diterbitkan pada 2005 dan direvisi dengan pengembangan pada 2015, berdasarkan penelitian mereka terhadap ratusan perusahaan yang berdiri pada 1800-2000.

Lanjutkan membaca “IRONI BLUE OCEAN STRATEGY”

BAGIKAN
0

BUKU 2017

 

Ternyata tak terlalu banyak buku yang saya baca selama tahun 2017 lalu dituliskan tinjauannya. Ini di antaranya:

Silence oleh Shusaku Endō

Tentang perburuan pastor dan penganut Katolik di Jepang oleh para samurai, ketika negeri ini menganggap iman Kristus yang diimpor dari Eropa akan menjadi racun bagi kehidupan Shinto dan kerajaan yang tertib. Shusaku Endō menyandarkan tokoh utama cerita ini pada seorang pastor Portugal yang menyebarkan agama Katolik di Jepang pada abad 12. Endō menyebut periode itu sebagai “rawa-rawa”, sebuah gejala xenophobia Jepang yang menolak apa pun yang datang dari luar. Rawa-rawa itu menyedot habis ideologi apa pun yang datang kepadanya. Hasilnya adalah pertentangan berdarah yang menjadi sejarah gelap negeri itu.

RAWA-RAWA JEPANG

Lanjutkan membaca “BUKU 2017”

BAGIKAN
0

DISRUPSI STARTUP DI MATA ORANG TUA

 

Sisi gelap disrupsi startup. Bisnis yang menggelembung dengan kecepatan yang terlalu pesat.

SEORANG teman baik, Poernomo G. Ridho, memberikan buku ini dengan alasan yang menggiurkan: “Ini buku tentang start-up yang ditulis wartawan old school,” katanya. Judul buku ini juga menarik, “Disrupted: My Misadventure in the Start-Up Bubble.” Ada disrupsi, ada salah jalan, ada gelembung, ada start-up dan old school… Buku yang menarik biasanya punya banyak kontradiksi.

Lanjutkan membaca “DISRUPSI STARTUP DI MATA ORANG TUA”

BAGIKAN
0

BEKAL MENGHADAPI ERA DISRUPSI


Pepatah yang baik di era disrupsi: We can blind to the obvious, and we are also blind to our blindness.

NOKIA selalu jadi contoh terbaik di kelas kuliah bisnis bagaimana pemimpin perusahaan besar luput terhadap disrupsi yang melanda industri mereka. Setelah 14 tahun menguasai pangsa pasar telepon seluler, Nokia mengumumkan bahwa mereka resmi dibeli Microsoft pada September 2013. Nokia contoh bagaimana mereka tak melihat gajah lewat tepat di depan mata.

Lanjutkan membaca “BEKAL MENGHADAPI ERA DISRUPSI”

BAGIKAN
0

EDWARD SNOWDEN: SEBUAH OKSIMORON

 

Edward Snowden menjadi oksimoron di negara yang terbuka tapi ingin mengendalikan tiap orang, lalu mendapat perlindungan negara yang mengendalikan tiap orang.

SAYA baru menonton “Snowden”, film tentang Edward Snowden, mantan ahli teknologi CIA di Maryland, Amerika Serikat, yang lari dari negaranya karena diburu akibat membocorkan upaya CIA menyadap percakapan seluruh manusia di dunia. Saya baca bukunya terlebih dahulu, yang ditulis wartawan The Guardian, Luke Harding, sebagai perluasan liputan Gleen Greenwald dan Alan Rusbridger pada 2013 

Lanjutkan membaca “EDWARD SNOWDEN: SEBUAH OKSIMORON”

BAGIKAN
0