DISRUPSI DIGITAL DI MEDIA

 

Disrupsi digital di media massa sudah terjadi lama. Uji coba tengah terjadi sebelum kematian media cetak.

TAJUK Rencana Kompas edisi 11 Desember 2017 membahas soal “Kepercayaan pada Media Cetak”. Penulisnya mengutip survei Nielsen Company yang menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap media cetak masih tinggi. Penulis Tajuk yang mewakili Kompas itu bergembira dengan hasil survei ini karena menjadi kabar baik bahwa media cetak kemungkinan bisa bertahan.

Lanjutkan membaca “DISRUPSI DIGITAL DI MEDIA”

BAGIKAN
0

EDWARD SNOWDEN: SEBUAH OKSIMORON

 

Edward Snowden menjadi oksimoron di negara yang terbuka tapi ingin mengendalikan tiap orang, lalu mendapat perlindungan negara yang mengendalikan tiap orang.

SAYA baru menonton “Snowden”, film tentang Edward Snowden, mantan ahli teknologi CIA di Maryland, Amerika Serikat, yang lari dari negaranya karena diburu akibat membocorkan upaya CIA menyadap percakapan seluruh manusia di dunia. Saya baca bukunya terlebih dahulu, yang ditulis wartawan The Guardian, Luke Harding, sebagai perluasan liputan Gleen Greenwald dan Alan Rusbridger pada 2013 

Lanjutkan membaca “EDWARD SNOWDEN: SEBUAH OKSIMORON”

BAGIKAN
0

LEGENDA ANGGUR MASAM

Legenda anggur masam (sour grapes) kembali relevan di zaman media sosial yang penghuninya punya jari lebih panjang ketimbang pikiran.

DALAM sebuah fabel Aesop yang terkenal, tersebutlah serigala yang ingin mengambil anggur. Betapa menggiurkan kumpulan anggur itu di mata serigala yang lapar. Maka ia pun berusaha menggapainya. Tapi apa daya moncongnya tak cukup menjangkau pokok anggur kendati ia telah berusaha memanjat.

Lanjutkan membaca “LEGENDA ANGGUR MASAM”

BAGIKAN
0

MEDIA SOSIAL ADALAH TOPENG

 

Dalam film The Fifth Estate, Julian Assange mengutip Oscar Wilde: “Man is least himself when he talks in his own person. Give him a mask, and he will tell you the truth.”

Lanjutkan membaca “MEDIA SOSIAL ADALAH TOPENG”

BAGIKAN
0

ROHINGYA DAN NARSISME KITA

 

FOTO-foto rekayasa tragedi kemanusiaan Rohingya di Rakhine, di pesisir barat Myanmar, menegaskan bahwa manusia cenderung percaya kepada berita yang mereka suka. Sejak 2012, banyak foto pembantaian orang Rohingya yang disebarkan puluhan ribu orang dan belakangan terbukti palsu.

Lanjutkan membaca “ROHINGYA DAN NARSISME KITA”

BAGIKAN
0