SELAMAT ULANG TAHUN, TEMPO

 

Tempo berusia 47. Tentang bagaimana saya belajar banyak darinya.

INI artikel lumayan panjang dan membosankan, karena temanya soal diri sendiri, narsisisme yang agak berlebihan. Tulisan ini tentang “saya dan Tempo”, yang hari ini ulang tahun ke-47, lumayan tua, menjelang setengah abad.

Lanjutkan membaca “SELAMAT ULANG TAHUN, TEMPO”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BERHALA ALEXA

 

 Alexa mengukur sebuah media dari popularitasnya. Umpan klik (clickbaiting) menjad gaya. Jurnalisme mesti kembali kepada tugasnya sebagai penjernih duduk soal.

KRISIS jurnalisme tak hanya akibat Internet yang merenggut medium menyajikan berita, juga menyebabkan para wartawan dan pengelola media salah jalan memanfaatkannya. Para pengelola media tepekur pada peringkat web yang dibuat Alexa, tata cara Google mengurutkan konten berdasarkan kata kunci, atau menghamba pada viralitas melalui gaya “umpan klik”.

Lanjutkan membaca “BERHALA ALEXA”

INDEPENDENSI WARTAWAN DALAM FILM THE POST

 

Film The Post menggambarkan bagaimana seharusnya wartawan berteman dengan narasumber.

FASET paling menarik dari film The Post adalah tentang persahabatan wartawan dengan narasumber. Bagaimana menjaga dan memperlakukannya agar pers tetap bisa independen?

Lanjutkan membaca “INDEPENDENSI WARTAWAN DALAM FILM THE POST”

MENTERI SUSI DAN BAHASA BIROKRASI

 

Bahasa menjadi pangkal soal kerja-kerja besar. Menteri Susi Pudjiastuti membuktikan bahasa yang terang berfaedah pada anggaran.

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memulai kerja dari pangkal soalnya: bahasa. Selama dua tahun sejak 2015, ia bisa menghemat Rp 8,28 triliun hanya dengan–salah satunya–menghapus kebijakan yang ditulis dengan kata yang tak jelas. Ia mencoret program yang disodorkan anak buahnya jika mengandung kata semacam “pembangunan”, “ekstensifikasi”, “pemberdayaan”, “peningkatan”, dan “pengelolaan”. Soalnya, kata-kata bersayap itu, menurut menteri jebolan kelas II sekolah menengah atas ini, “Bikin saya pusing.”

Lanjutkan membaca “MENTERI SUSI DAN BAHASA BIROKRASI”

BECAK: SEBUAH PELUANG BISNIS

 

Becak di Jakarta bisa menjadi bisnis angsa hitam, di tengah usaha transportasi yang sudah menjadi angsa putih. Go-Jek sudah membosankan, bukan?

GUBERNUR Jakarta Anies Baswedan mencabut larangan operasional becak dan bersiap mengaturnya sebagai moda baru transportasi orang Ibu Kota dengan memberinya rute khusus. Selain menghidupkan kembali sumber penghasilan masyarakat miskin, kata Wakil Gubernur Bang Sandi, becak itu ramah lingkungan karena tak memakai bensin yang polutif. Inilah dua keunggulan becak yang tak dimiliki alat transportasi lain yang memakai mesin.

Lanjutkan membaca “BECAK: SEBUAH PELUANG BISNIS”